Penandatanganan KI antara BCE dengan SMI Senilai USD 10,8 Juta untuk Pengembangan PLTM Sako-1

20 Desember 2018


PT Brantas Cakrawala Energi (BCE) dan PT Sarana Multi Infrastruktur, Persero (SMI) menandatangani perjanjian Kredit Investasi (KI) senilai USD 10.824.000. Pinjaman dengan jangka waktu 12 tahun itu akan digunakan BCE untuk penyelesaian civil works dan pengadaan turbin generator untuk Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sako-1 di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Perjanjian ditandatangani Direktur Utama BCE, Nurtjahja dan Direktur PT SMI, Darwin Trisna Djajawinata pada Jum’at, 30 November 2018. Penandatanganan tersebut juga disaksikan oleh Komisaris PT Brantas Energi (BE), Sukarno Jososaputro dan Direktur Utama BE, Sutjipto.

BCE merupakan Special Purpose Company (SPC) yang tergabung dalam grup Brantas Energi, dimana Brantas Energi sendiri adalah anak perusahaan dari PT Brantas Abipraya (Persero) yang yang didirikan untuk investasi pengembangan Pembangkit Tenaga Listrik dengan fokus pada sumber Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Pembiayaan KI tersebut adalah yang pertama kalinya bagi SMI sebagai dukungan finansial terhadap BE. Institusi Pembiayaan yang sudah mendukung bisnis BE adalah:

  1. PLTS Gorontalo, pembiayaan KI dari PT Indonesia Infrastructure Finance
  2. PLTM Padang Guci, pembiayaan KI dari PT BNI Syariah
  3. PLTM Sako-1, pembiayaan KI dari PT Sarana Multi Infrastruktur, Persero

“Diharapkan ke depannya pembiayaan terhadap proyek-proyek BE lainnya dapat lebih mudah karena sudah ada kepercayaan dan pengalaman dari beberapa Institusi Pembiayaan dalam mendukung bisnis BE” kata Sutjipto.

Penandatanganan Perjanjian Kredit Investasi BCE-SMI

 

Proyek PLTM Sako-1

PLTM Sako-1 terletak di Kanagarian Sungai Gambir Sako Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Lokasinya dapat ditempuh dalam waktu 6 jam dari Kota Padang menggunakan kendaraan roda 4.

PLTM Sako-1 memanfaatkan energi potensial dari aliran Sungai Batang Tapan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 185,6 m2 dan didukung kondisi bentang alamnya yang baik untuk kemudian dikonversi menjadi energi listrik (water to wire). Dengan demikian PLTM Sako-1 bersifat ramah lingkungan.

PLTM Sako-1 dirancang memiliki kapasitas energi listrik 2 x 3,0 MW yang dapat menghasilkan energi listrik sekitar 34,76 GWh per tahun. Energi listrik yang dihasilkan akan disuplai ke Jaringan Tegangan Menengah milik PT PLN (Persero) untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat.

BCE sebelumnya sudah menyepakati dan menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) untuk PLTM Sako-1 bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Barat. Sehingga energi listrik yang dihasilkan nantinya mendapat jaminan akan diserap oleh jaringan listrik PLN. Penandatanganan PJBL tersebut dilaksanakan di Jakarta pada 2 Agustus 2017.

Saat ini PLTM Sako-1 sedang dalam proses konstruksi yang dilaksanakan oleh Divisi-2 PT Brantas Abipraya (Persero). Ditargetkan pada Triwulan II 2019 PLTM ini sudah mulai beroperasi.